Senin, 21 September 2009

Mabuk Miras, Terkapar di Antrean ATM

JATIBARANG-Peristiwa tragis yang merengut 19 nyawa akibat keracunan miras, rupanya tidak membuat Ruskadi (26) bersama teman-temannya sadar bahaya akibat mengonsumsi minuman beralkohol tersebut. Warga Desa Cangkingan Blok Desa Kecamatan Kedokanbunder itu malah asik bermabuk ria bersama kawan-kawannya. Akibatnya saat antre hendak mengambil uang di salah satu ATM Bank Mandiri Cabang Jatibarang Ruskadi mendadak terkapar tak sadarkan diri hingga membuat kalut nasabah lainnya Jumat (19/9) sekitar pukul 09.45
Warga yang khawatir akan kondisi Ruskadi, segera berinisiatif melakukan pertolongan dengan membawanya ke Puskesmas Jatibarang. Namun karena keterbatasan peralatan, sekitar pukul 11.30 korban langsung dirujuk ke RSI Zam Zam Jatibarang menggunakan ambulans.
Korban yang semaput, oleh tim medis RS segera diberikan pertolongan, dan harus menjalani perawatan di ruang Marwah RSIZ. “Setelah sadar pasien merasakan perutnya sakit akibat kadar alkohol yang dikonsumsinya terlalu berlebihan. Sehingga mengakibatkan penurunan kesadaran dan meningkatnya asam lambung,” terang tim medis IGD RSIZ Jatibarang, dr Rezkha Anazrie. Informasi yang diperoleh, Ruskadi pesta miras di Blok Karanganyar, Desa Cangkingan, Kecamatan Kedokanbunder.

Pasutri Disambar Bus, 1 Tewas

Berupaya Melawan Arah di Jalur Pantura Widasari
WIDASARI
-Nasib tragis dialami pasangan suami isteri (pasutri), Daip (35) dan Kaci (44), warga Desa Bojongslawi, Kecamatan Lohbener. Gara-gara melawan arah jalur, keduanya disambar sebuah bus malam ketika sedang melakukan perjalanan pulang usai berbelanja barang dagangan di pasar Jatibarang, Kamis tengah malam sekitar pukul 24.00.
Berdasarkan keterangan yang dihimpun koran ini, pasutri yang membawa barang belanjaan menggunakan becak tersebut, datang dari arah pasar Jatibarang menuju simpang tiga Widasari. Namun, karena arah putar di jalur pantura Widasari dianggap terlalu jauh, becak yang dikendarai Daip terpaksa melawan arus melewati jalur arah Cirebon. Saat memasuki persimpangan di Desa Kongsijaya, becak menyeberang jalan karena akan kembali menggunakan lajur sebelah kiri.
Namun apes, saat menyeberang dan becak sudah melaju ke arah Jakarta, tiba-tiba muncul bus Safari Dharma Raya Nopol B-7160-MK jurusan Jakarta-Mataram-Sumbawa menyalip kendaraan di sisi kirinya. Karena jarak yang sangat dekat, bus yang dikemudikan Suradi (51) asal Desa/Kecamatan Suban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah itu secepat kilat menghantam Daip dan Kaci. Akibatnya, pasutri yang berada di atas becak beserta barang dagangannya berhamburan. Petugas Polsek Widasari yang mendapat laporan warga dengan sigap mendatangi lokasi kejadian, dan segera mengevakuasi korban.
Kedua korban segera dilarikan ke RSI Zam Zam Jatibarang menggunakan mobil patroli. Naas bagi Daip, nyawanya tidak bisa diselamatkan dan tewas saat di TKP. Sedangkan Kaci harus mendapat pertolongan intensif tim medis karena berada dalam keadaan kritis. Kapolsek Widasari AKP Bendi Ujianto, melalui Kanit Patroli Aiptu Endin Rohendi, membenarkan telah terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polsek Widasari yang merenggut satu nyawa. “Korban sudah kami evakuasi ke rumah sakit. Bus serta becak kami amankan di mapolsek,” jelas Endin, Jumat (19/9) dinihari. Sementara itu, insiden tersebut langsung ditangani Unit Laka Lantas Polres Indramayu.